Penulis
Sinergi ini menunjukkan pendekatan holistik Otorita IKN dalam mengatasi kemiskinan dari berbagai aspek, tidak hanya satu dimensi saja.
Selain itu, Otorita IKN juga tidak berhenti pada aspek produksi, melainkan sangat fokus pada penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten dan siap kerja.
Conrita menyadari bahwa pasar kerja di IKN nantinya akan didominasi oleh dunia usaha dan industri.
"Otorita IKN juga mengidentifikasi kebutuhan pelatihan keterampilan yang disesuaikan dengan tuntutan dunia kerja saat ini, sehingga masyarakat prasejahtera tidak hanya memperoleh pendampingan, tetapi juga siap masuk ke lapangan kerja secara mandiri dan berdaya saing," tegasnya.
Ini berarti masyarakat tidak hanya diberi "pancing" tetapi juga "diajari cara memancing" yang relevan dengan kebutuhan pasar modern.
Target nol persen penduduk miskin pada tahun 2035 memang merupakan pernyataan ambisius yang memerlukan strategi matang dan implementasi yang kuat.
Dengan fokus pada pemanfaatan lahan melalui integrated farming, kolaborasi lintas sektor yang kuat, dan pengembangan keterampilan yang relevan, Otorita IKN berupaya keras membangun sebuah ekosistem yang inklusif.
Baca juga: Revisi Desain Gedung Legislatif-Yudikatif IKN Sudah di Tangan Otorita
Ekosistem ini diharapkan dapat memberikan kesempatan bagi seluruh lapisan masyarakat untuk berdaya, tidak terkecuali masyarakat prasejahtera dan berpenghasilan rendah.
IKN tidak hanya dibangun sebagai pusat pemerintahan baru yang megah dan modern, tetapi juga sebagai percontohan kota yang mampu mengatasi salah satu masalah fundamental, yaitu kemiskinan, dengan pendekatan yang inovatif dan berkelanjutan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang