Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com - Di tengah hiruk-pikuk pembangunan nasional yang sering kali diwarnai tantangan fiskal dan logistik, suara optimisme terdengar lantang dari kalangan legislatif.
Adian Napitupulu, Ketua Tim Kunjungan Kerja Badan Aspirasi Masyarakat Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (BAM DPR RI), menegaskan keyakinannya bahwa Ibu Kota Nusantara (IKN) akan rampung sepenuhnya pada akhir 2027.
Baca juga: Mengurai Benang Kusut Reforma Agraria: Tantangan di Balik Sertifikat Tanah Warga Terdampak IKN
Kunjungan kerja BAM DPR RI ke Kalimantan Timur pada Senin (29/09/2025) menjadi panggung bagi optimisme ini.
Dimulai dengan pertemuan di Kantor Wali Kota Balikpapan, rombongan yang dipimpin Adian fokus pada penerimaan aspirasi masyarakat setempat.
"Kami ingin mendengar langsung suara rakyat, agar IKN bukan hanya proyek elit, tapi juga milik semua," ujar Adian.
Baca juga: Kerek UMKM Balikpapan dan IKN Naik Kelas, BI Dorong Penggunaan QRIS Tap
Puncak kunjungan yakni peninjauan langsung ke kawasan Kompleks Perkantoran Legislatif di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, yang merupakan bagian dari Tahap II pembangunan.
Di lokasi persil pembangunan yang kini mulai menampakkan bentuk, Adian tak segan menyampaikan visinya yang ambisius.
"Optimistis, akhir 2027 harusnya sudah rampung semua, 2028 kita bisa fungsional jadi ibu kota politik di sini," katanya.
Baca juga: Alarm Merah Inflasi IKN Berbunyi, BI Kaltim Siapkan Jurus 4K
Setelah tiga tahun sejak groundbreaking pada 2022, IKN telah melewati fase awal yang penuh gejolak, termasuk isu pendanaan dan relokasi.
Optimisme Adian seolah menjadi suntikan semangat bagi para pekerja dan stakeholder yang hadir.
Apa yang membuat optimisme Adian begitu meyakinkan?
Jawabannya terletak pada dukungan institusional yang kuat dari DPR RI melalui BAM.
Sebagai badan yang secara khusus menangani aspirasi masyarakat, BAM memainkan peran krusial dalam memantau proyek nasional seperti IKN.
Menurut Adian, kunjungan ini bukan yang pertama. Rangkaian monitoring yang bertujuan memastikan alokasi anggaran APBN untuk IKN, yang mencapai triliunan rupiah, digunakan secara efisien.
Baca juga: Ibu-ibu dan Sahabat Difabel Siap Jadi Penggerak Kota Cerdas IKN
Adian pun menyoroti pentingnya transparansi, dan memastikan akan terus mengawal setiap rupiah uang rakyat membangun masa depan yang adil, bukan hanya gedung megah.