Penulis
Kemudian Kaltim Industrial Estate diincar oleh Ambassador Royal Embassy of Cambodia.
Dan terakhir, Crumb Rubber Factory mendapat antusiasme tinggi dari ATPD Sdn Bhd Brunei.
LoI dari nama-nama besar seperti PT Nestle Indonesia dan perusahaan global dari China dan Korea menunjukkan kepercayaan pasar terhadap stabilitas dan prospek ekonomi Kaltim.
Peta minat investasi dalam MIF 2025 ini menunjukkan diversifikasi yang menarik sekaligus kompetitif.
"Investor dari China, Jepang, dan Korea Selatan menjadi kelompok dengan minat terbesar, sejalan dengan posisi Kaltim yang strategis di jalur perdagangan Asia Pasifik," urai Budi.
Baca juga: Financial Center IKN Dipercepat, BI: Fungsi Pembiayaan Paling Penting
Sementara investor dari kawasan Eropa, seperti Belanda dan Cekoslovakia, juga menunjukkan peminatan yang besar, khususnya pada proyek-proyek ekonomi berkelanjutan, mencerminkan komitmen pada Environmental, Social, and Governance (ESG) global.
Kredibilitas MIF 2025 diperkuat oleh kehadiran delegasi tingkat tinggi dari negara sahabat, sekaligus menunjukkan dukungan diplomatik terhadap inisiatif investasi ini.
Acara ini dihadiri oleh empat Duta Besar negara sahabat yakni Bahrain, Pakistan, Kamboja, dan Palestina.
Turut hadir Wakil Duta Besar dari Mesir dan Italia, serta Konjen Filipina, bersama staf kedutaan besar mitra lainnya.
Kehadiran diplomatik ini menggarisbawahi pentingnya Kaltim sebagai mitra investasi global.
Baca juga: Merajut Nusantara Lewat Wastra, Upaya BI Mengawinkan 2 Pakem Berbeda
Budi menjelaskan, ada tiga faktor utama yang meyakinkan para investor untuk membenamkan modalnya di Kaltim.
Pertama adalah dukungan regulasi dari Presiden Prabowo Subianto yang telah menetapkan Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi Ibu Kota politik pada 2028.
Ketetapan itu tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2025 tentang Pemutakhiran Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2025.
"Telah ditandatanganinya Keputusan Presiden (Keppres) terkait pembangunan IKN memberikan kepastian hukum," imbuh Budi.
Kedua, pembangunan IKN yang berlangsung progresif sehingga para delegasi dan calon investor yang berkesempatan melihat dan merasakan langsung merasa yakin.
"Ketiga adalah prospek masa depan IKN dan Kaltim sebagai superhub ekonomi di masa yang akan datang, didukung oleh potensi sumber daya yang sangat prospektif," tuntas Budi.
Kaltim kini tidak hanya dikenal karena batubara, tetapi sebagai gerbang Nusantara yang menawarkan Industri Hijau, Hilirisasi, dan Kota Cerdas, sejalan dengan visi IKN sebagai kota dunia untuk semua.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang