Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

WIKA Bangun Jalan dan Terowongan Pintar Markas Yudikatif di IKN

Kompas.com, 6 November 2025, 19:33 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus mengakselerasi fase krusial Tahap II, yang berfokus pada ekosistem Lembaga Negara.

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) kembali mendapatkan kepercayaan dengan memenangkan proyek Pembangunan Jalan Kompleks Yudikatif dan Kawasan Pendukung Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), dengan nilai kontrak Rp 1,91 triliun.

Baca juga: ASN Otorita IKN Digembleng Ala Militer Selama 15 Hari

Proyek ini adalah bagian integral dari upaya Otorita IKN untuk menyelesaikan Trias Politica Eksekutif, Legislatif, dan Yudikatif di KIPP, serta memastikan pusat pemerintahan Indonesia siap beroperasi sebagai kota modern dan berkelanjutan.

WIKA akan membangun jalan dan infrastruktur bawah tanah Multi Utility Tunnel (MUT) sepanjang 6,418 kilometer.

Apa Itu MUT?

MUT adalah terowongan pintar di bawah tanah yang menampung seluruh utilitas kota mulai dari kabel listrik, kabel komunikasi, pipa air, dll.

Kehadiran MUT ini sangat krusial karena menjamin tidak ada lagi kabel semrawut di permukaan, mendukung visi IKN sebagai smart forest city.

Baca juga: Batal Mengudara di IKN, Taksi Terbang Bukan Program Prioritas

Selain itu juga mempermudah perawatan, mencegah kerusakan utilitas, dan meningkatkan keamanan publik.

Pekerjaan WIKA pada proyek ini sangat komprehensif, mencakup pekerjaan tanah, perkerasan jalan, jembatan pelengkung sebagai elemen estetika, jalur pedestrian dan pesepeda untuk mendukung mobilitas hijau, serta instalasi mekanikal dan elektrikal MUT.

Building Information Modeling

Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito, menegaskan komitmen WIKA dalam proyek ini adalah menghadirkan infrastruktur yang tidak hanya fungsional, tetapi juga selaras dengan semangat transformasi IKN.

"Sebagai mitra pemerintah, WIKA terus berinovasi menghadirkan infrastruktur yang kokoh, berkelanjutan, dan selaras dengan semangat transformasi IKN menuju kota masa depan," ujar Agung, dikutip Kompas.com, Kamis (6/11/2025).

Baca juga: Demi Langit IKN dan ALKI II, Konstruksi Satrad Dipercepat, Pekerja Ditambah

WIKA berkomitmen memastikan efisiensi dan kualitas konstruksi melalui penggunaan Building Information Modeling (BIM) memastikan desain yang presisi, efisiensi konstruksi, dan pengawasan proyek secara real-time.

BIM sangat penting untuk proyek kompleks seperti MUT yang memerlukan koordinasi ruang bawah tanah yang rumit.

Implementasi program transformasi WIKA juga dioptimalkan untuk meningkatkan produktivitas, keselamatan kerja (K3), dan kualitas hasil pembangunan.

Proyek ini resmi dimulai pada 31 Oktober 2025 dan direncanakan rampung dalam 793 hari kalender.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau