Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ekonomi Kaltim Bakal Tumbuh hingga 5,3 Persen, Dipicu IKN dan Migas

Kompas.com, 30 November 2025, 20:59 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Kalimantan Timur (Kaltim) terus mengukuhkan posisinya sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi di wilayah timur Indonesia.

Momentum pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan penguatan sektor-sektor strategis menjadi pendorong utama optimisme terhadap prospek ekonomi daerah ini.

Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur (BI Kaltim) memproyeksikan bahwa pertumbuhan ekonomi Kaltim akan tetap solid pada tahun 2026, didukung oleh sejumlah faktor kunci, meskipun beberapa tantangan perlu diantisipasi.

Baca juga: Perkembangan Terbaru Istana Wapres di IKN, Tembus 86 Persen

Pelaksana Harian Kepala BI Kantor Perwakilan Kaltim, Bayuadi Hardiyanto, menyampaikan proyeksi yang menjanjikan.

Setelah diperkirakan tumbuh pada rentang 4,8-5,6 persen secara tahunan pada 2025, ekonomi Kaltim diproyeksikan akan melanjutkan tren positifnya pada tahun 2026 dengan kisaran pertumbuhan 4,5-5,3 persen.

"Angka ini menunjukkan ketahanan dan potensi ekspansi ekonomi daerah yang signifikan," ojar Bayuadi, dikutip dari Antara, Minggu (30/11/2025).

Proyeksi BI Kaltim ini sejalan dengan target ambisius dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kaltim 2026 yang ditetapkan oleh Bappeda, yaitu sebesar 6,60-7,20 persen.

Mesin Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Kaltim

Beberapa pilar utama akan menjadi mesin pendorong pertumbuhan ekonomi Kaltim pada tahun 2026.

Di antaranya peningkatan kapasitas industri pengolahan minyak dan gas bumi akan memberikan kontribusi signifikan terhadap nilai tambah dan ekspor daerah.

Baca juga: Mengupas Profil Sembcorp, Investor Kunci PLTS Rp 900 Miliar di IKN

Keberlanjutan Proyek Strategis Nasional (PSN), termasuk yang paling menonjol adalah pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), akan terus menarik investasi dan menciptakan lapangan kerja di sektor konstruksi dan pendukungnya.

"Pembangunan IKN dan iklim investasi yang kondusif diharapkan akan menarik lebih banyak investasi swasta, baik domestik maupun asing, ke berbagai sektor," imbuh Bayuadi.

Sektor agribisnis, khususnya pengolahan minyak kelapa sawit (CPO), serta manufaktur lainnya, diproyeksikan akan meningkat.

Demikian halnya dengan potensi penambahan industri hilirisasi baru akan menciptakan nilai tambah yang lebih tinggi dari sumber daya alam Kaltim, memperkuat struktur industri daerah.

Baca juga: Serapan Anggaran Otorita IKN Baru Rp 4,99 Triliun

Selain IKN, proyek-proyek konstruksi lain dari pemerintah daerah dan swasta juga akan terus bergulir, mendorong sektor konstruksi.

Tantangan dan Sinergi Kuat

Di sisi inflasi, BI Kaltim memperkirakan bahwa inflasi akan tetap terjaga dalam sasaran nasional, yaitu 2,5±1 persen.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau