Penulis
Prediksi ini didukung oleh penguatan koordinasi pengendalian inflasi dan pemanfaatan berbagai inovasi kebijakan daerah.
Baca juga: Serapan Anggaran Otorita IKN Baru Rp 4,99 Triliun
Namun demikian, Bayuadi mengingatkan bahwa ada beberapa tantangan yang perlu diantisipasi adalah permintaan batu bara global diprakirakan masih tertahan seiring dengan transisi global menuju energi baru terbarukan.
Hal ini berisiko menahan kinerja sektor pertambangan yang masih menjadi salah satu tulang punggung ekonomi Kaltim.
Perubahan dan gejolak iklim berisiko mengganggu produktivitas sektor pertanian, baik dari sisi pasokan maupun harga komoditas pangan.
Proyeksi peningkatan harga emas dan minyak dunia juga dapat berkontribusi pada tekanan inflasi dari sisi harga barang impor.
Baca juga: Belanja Negara di IKN Tembus Rp 11,38 Triliun, Digunakan Apa Saja?
Meskipun demikian, inflasi Kaltim tahun 2026 diproyeksikan tetap terjaga di rentang 2,5±1 persen.
Hal ini berkat terjaganya penguatan sinergi pengendalian inflasi oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di seluruh wilayah, mulai dari tingkat kabupaten/kota hingga provinsi. Kolaborasi ini menjadi kunci dalam menjaga stabilitas harga.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang