Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sinkronisasi Penajam Eco City dengan RTRW PPU Berlanjut, Peluang Investasi Dekat IKN

Kompas.com, 8 Desember 2025, 16:43 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak hanya dibangun di atas lahan inti, tetapi juga didukung oleh pengembangan kawasan penyangga yang strategis.

Salah satu proyek paling krusial adalah Penajam Eco City, di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, yang kini memasuki fase implementasi vital.

Badan Bank Tanah mengumumkan perkembangan signifikan master plan atau Rencana Induk Penajam Eco City yang telah rampung (final), membuka jalan bagi sinkronisasi tata ruang dan masuknya investasi.

Baca juga: Tol IKN Bisa Dilintasi saat Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026

Penajam Eco City diposisikan sebagai simpul logistik dan hub penunjang utama bagi operasional IKN, khususnya Bandara VVIP yang sedan menanti operasionalisasi secara komersial.

Berbeda dengan kawasan IKN yang memiliki otoritas tata ruang sendiri, pengembangan Penajam Eco City oleh Badan Bank Tanah harus tetap berjalan selaras dengan regulasi daerah.

Wakil Kepala Divisi Reforma Agraria Badan Bank Tanah (BBT) Syafran Zamzami menjelaskan bahwa setelah rencana induk final, fokus utama saat ini adalah sinkronisasi dengan Pemerintah Kabupaten PPU untuk merevisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

"Proses sinkronisasi RTRW ini untuk memastikan bahwa visi besar Penajam Eco City, sebagai kawasan eco-friendly dengan fasilitas modern, dapat terintegrasi secara mulus dengan lanskap pembangunan lokal PPU, menghindari konflik tata ruang, dan memberikan kepastian hukum bagi setiap investor yang akan masuk," tutur Syafran kepada Kompas.com, Kamis (4/12/2025).

Baca juga: Transaksi QRIS di Balikpapan, Paser, dan PPU Melonjak Jadi Rp 5,7 Triliun

BBT berkomitmen untuk terus berkoordinasi intensif dengan Pemkab PPU demi percepatan revisi RTRW, agar pembangunan fisik dapat segera berjalan sesuai rencana.

Fokus di Sektor Logistik dan Pelabuhan

Kepastian Rencana Induk Penajam Eco City langsung menarik minat investor. BBT mengonfirmasi bahwa sebagian investor atau mitra sudah hadir dan berkomitmen untuk terlibat dalam pengembangan awal kawasan.

Fokus investasi awal ini sangat strategis, yaitu mengembangkan infrastruktur maritim yang efisien, dan membangun hub logistik modern untuk mendukung pergerakan barang dan material yang masif, terutama yang terkait dengan operasional Bandara VVIP IKN.

Baca juga: Tiga Penyangga IKN Balikpapan, Paser, PPU Rilis Digitalisasi Retribusi

Kehadiran mitra di sektor logistik dan pelabuhan menunjukkan bahwa Penajam Eco City akan memainkan peran kunci sebagai gerbang supply chain IKN.

Kawasan ini akan berfungsi sebagai tulang punggung (backbone) logistik, memfasilitasi distribusi barang secara cepat dan efisien, sehingga menopang pertumbuhan ekonomi IKN secara keseluruhan.

Penajam Eco City sendiri dirancang untuk menjadi lebih dari sekadar kawasan industri atau pelabuhan.

Konsep Eco City menggarisbawahi komitmen pembangunan berkelanjutan, seimbang antara kemajuan ekonomi dan pelestarian lingkungan.

Baca juga: Delegasi Hainan dan Shenzhen Merapat ke IKN, Bidik Peluang Investasi

Adapun lahan yang dialokasikan untuk Penajam Eco City seluas 4.162 hektar dari total lahan yang dikelola BBT di Penajam Paser Utara seluas 4.612 hektar.

Lahan ini telah dialokasikan untuk berbagai kebutuhan strategis, di antaranya Reforma Agraria 1.873 hektar, Institusi Pemerintah 379 hektar, Badan Air 123 hektar, Bandara VVIP IKN 621 hektar, dan Jalan Tol IKN 135 hektar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau