Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com - Berada di titik nol peradaban baru, desain bertajuk Cerlang Nusantara resmi ditetapkan sebagai pemenang pertama Sayembara Pusat Kebudayaan Nusantara di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Mengungguli 34 karya arsitektur terbaik Tanah Air, desain ini dinilai bukan sekadar rancangan bangunan, melainkan sebuah narasi besar tentang cara manusia Indonesia menghargai akar sejarah sembari melompat ke masa depan.
Baca juga: Menteri Agama Dijadwalkan Salat Tarawih Perdana di Masjid Negara IKN
Sayembara Pusat Kebudayaan Nusantara diselenggarakan secara kolaboratif oleh Otorita IKN bersama Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) dan Ikatan Ahli Rancang Kota Indonesia (IARKI), dengan total hadiah Rp 1,15 Miliar.
Berikut adalah ulasan komprehensif mengenai keistimewaan yang membawa Cerlang Nusantara karya Tim Gregorius (Yori) Antar Awal, meraih predikat juara pertama.
1. Menghapus Sekat: Konsep Ruang Luar-Dalam yang Cair
Salah satu pertimbangan utama dewan juri adalah keberhasilan desain ini dalam menciptakan ruang yang inklusif dan tidak kaku.
Wicaksono Sarosa, salah satu anggota dewan juri, menyoroti betapa kuatnya koneksi antar-ruang dalam rancangan ini.
"Keunggulannya adalah hampir tidak ada deliniasi atau pemisahan antara ruang luar dan dalam. Ini sangat cocok untuk IKN. Orang bisa menikmati berjalan, keluar-masuk seluruh kawasan ini secara mengalir," ujar Wicaksono.
Baca juga: Istana Wakil Presiden di IKN Dilengkapi Kolam Renang 50 Meter
Konsep ini merespons kebutuhan manusia pasca-pandemi yang cenderung menjadi "manusia outdoor", pribadi yang lebih cair berinteraksi dan tidak terkurung dalam dinding institusional yang simetris dan kaku.
2. Megalitikum Menuju Masa Depan: Akar Peradaban Tertua
Desain Cerlang Nusantara mengambil inspirasi dari peradaban tertua di Indonesia, yakni masa Megalitikum.
Bentuk-bentuk bangunan utama diwujudkan secara prismatik menyerupai pahatan batu purba yang ditemukan mulai dari Nias, Sumba, hingga Sulawesi.
Penggunaan elemen batu ini bukan tanpa alasan. Batu adalah simbol kehadiran peradaban awal manusia Indonesia. Namun, desain ini tidak berhenti di masa lalu.
Baca juga: IKN Bakal Punya Concert Hall Kelas Dunia, Mulai Dibangun 2027
"Tradisi dan budaya itu jangan dibekukan pada masa lalu. Bagaimana tradisi itu dibawa ke masa kini dan membimbing kita ke masa depan. Itu spirit dari Cerlang Nusantara," jelas Yori mengungkap narasi di balik konsep tersebut.
Desain Cerlang Nusantara, pemenang Sayembara Desain Pusat Kebudayaan Nusantara (PKN) di Ibu Kota Nusantara (IKN)