Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

UPDATE Dormitori ASN di IKN, Dilengkapi Furnitur dan Siap Huni Agustus

Kompas.com, 23 Februari 2024, 09:07 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

PENAJAM PASER UTARA, KOMPAS.com - Dormitori alias rumah susun (rusun) untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di Ibu Kota Nusantara (IKN) menunjukkan perkembangan konstruksi signifikan.

Hingga saat ini, konstruksi struktur 12 dari total 47 tower dormitori ASN telah mencapai level 30 persen.

Ketua Satua Tugas Pelaksana Pembangunan Infrastruktur IKN Danis H Sumadilaga menjelaskan hal itu kepada Kompas.com.

Baca juga: Garuda Raksasa Itu Tampak Berdiri Megah di Ibu Kota Nusantara

Menurut Danis, nantinya unit-unit rusun ini telah dilengkapi seperangkat furnitur untuk menunjang kebutuhan penghuni.

"Ini merupakan rusun siap huni. Furniturnya sudah kami siapkan dari sekarang," ujar Danis.

Danis menargetkan, khusus untuk persiapan Upacara Peringatan HUT ke-79 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2024, ke-12 rusun tersebut tuntas dibangun Juli 2024.

Hal senada juga sebagaimana disampaikan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Abdullah Azwar Anas bahwa waktu pemindahan ASN yang seharusnya terjadi pada Juli mundur hingga setelah Agustus 2024.

Kondisi terkini pembangunan dormitori atau rumah susun (rusun) ASN di Ibu Kota Nisantara, Kamis (22/2/2024). Dormitori ini dilengkapi furnitur agar ASN yang ditugaskan bekerja di IKN langsung dapat menghuninya.Biro Kompu Kementerian PUPR Kondisi terkini pembangunan dormitori atau rumah susun (rusun) ASN di Ibu Kota Nisantara, Kamis (22/2/2024). Dormitori ini dilengkapi furnitur agar ASN yang ditugaskan bekerja di IKN langsung dapat menghuninya.
"Itu sesuai dengan arahan Menteri Sekretaris Negara (Mensetneg) Pratikno," ungkap Anas.

Selain itu, pemindahan ASN juga dilakukan secara bertahap hingga akhir 2024.

"Jadi, hingga Desember 2024, sebanyak kurang lebih 12.000 pegawai yang terdiri dari jabatan pimpinan tinggi (JPT) madya, JPT pratama, jabatan administrator, jabatan fungsional, dan pelaksana dari 38 kementerian/lembaga (K/L) secara bertahap akan dipindahkan ke IKN," tutur Anas.

Dua Batch

Untuk diketahui, rusun ASN, dan juga rusun untuk TNI/Polri termasuk dalam pembangunan infrastruktur dasar Batch 1.

Baca juga: Perusahaan Konstruksi Terbesar Asia Tengah Jajaki Investasi di IKN

Sementara secara umum pembangunan IKN terbagi menjadi dua batch hingga akhir tahun 2024.

Konstruksi untuk Batch 1 yang telah berjalan sebanyak 40 paket pekerjaan menunjukkan progres fisik 74,87 persen per 15 Februari 2024.

Kondisi terkini pembangunan dormitori atau rumah susun (rusun) ASN di Ibu Kota Nisantara, Kamis (22/2/2024). Dormitori ini dilengkapi furnitur agar ASN yang ditugaskan bekerja di IKN langsung dapat menghuninya.Biro Kompu Kementerian PUPR Kondisi terkini pembangunan dormitori atau rumah susun (rusun) ASN di Ibu Kota Nisantara, Kamis (22/2/2024). Dormitori ini dilengkapi furnitur agar ASN yang ditugaskan bekerja di IKN langsung dapat menghuninya.
Sementara untuk Batch 2, telah berjalan 49 paket pekerjaan dengan progres 24 persen.

Sedangkan untuk keseluruhan 89 paket berjalan, anggaran yang sudah teralokasi sebesar Rp 68,57 triliun.

Dalam konteks persiapan pelaksanaan Upacara Peringatan HUT ke-79 Kemerdekaan RI 17 Agustus di kawasan IKN, hampir semua infrastrukturnya masuk Batch 1.

Misalnya, Gedung Kantor Presiden, Istana Negara dan Lapangan Upacara sudah mencapai 56,37 persen. Sementara Kantor Presiden sendiri sudah mencapai 74,94 persen.

Baca juga: Proyek IKN Diaudit BPK, Basuki: On Schedule dan Terkelola Baik

Sementara pembangunan jalan tol yang menjadi akses utama menuju IKN, saat ini sudah berjalan pada tiga seksi, yakni Seksi 3A Karangjoang-KKT Kariangau sepanjang 13,4 kilometer dengan progres 70,9 persen.

Seksi 3B KKT Kariangau-Simpang Tempadung sepanjang 7,3 kilometer dengan proges 70 persen, dan Seksi 5A Simpang Tempadung-Jembatan Pulau Balang sepanjang 6,7 kilometer dengan progres 77,8 persen.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau