Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ada IKN, Balikpapan Makin Prospektif dan Diincar Konsumen Luar Pulau

Kompas.com, 29 Januari 2024, 14:12 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

BALIKPAPAN, KOMPAS.com - Relokasi ibu kota dari Jakarta ke Nusantara, Kalimantan Timur, berdampak positif terhadap sektor properti, terutama hunian.

Kendati pembangunan ibu kota nusantara (IKN) masih berlangsung dan belum menampakkan wujud sebuah kota, namun permintaan akan hunian terus berdatangan.

Seperti yang dialami PT Ciputra Development Tbk (CTRA). Pengembang yang dirintis oleh begawan properti, mendiang Ciputra, ini mendulang dampak positif dari relokasi IKN.

Dari informasi yang dihimpun Kompas.com, unit-unit siap huni Citra City Balikpapan telah dipesan oleh Kementerian/Lembaga untuk mendukung kinerja mereka selama bertugas di IKN.

Fenomena serupa juga dirasakan Agung Podomoro Group (APG). Seluruh unit-unit residensialnya di Borneo Bay Residence yang berada dalam kompleks Borneo Bay City telah terjual hampir 100 persen.

Baca juga: Groundbreaking Kelima IKN, Ada Perbankan, Hunian, hingga Convention Center

Sebelumnya, penjualan sempat melambat karena terhambat pandemi Covid-19.

Oleh karena itu, perusahaan melanjutkan pembangunan unit-unit SOHO Tahap 2. Dalam waktu dekat ini, akan segera dipasarkan, SOHO dua lantai dengan lebar 6x8 meter persegi dan 4x15 meter persegi.

Dalam pembangunan SOHO Tahap 2 ini, APG menghadirkan konsep berbeda. Pada sisi depan SOHO menghadap ke Plaza Mall dengan boulevard lebar, sementara sisi belakangnya menghadap ke laut.

"Konsep ini merupakan satu-satunya di Balikpapan," klaim Marketing Drector APG Agung Wirajaya.

SOHO Tahap 2 ini merupakan penyempurnaan dari SOHO Tahap 1, yang terserap 100 persen dengan tingkat pembangunan mencapai 90 persen.

Klaim-klain ini menguatkan laporan Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia (BI) yang menunjukkan Indeks Harga Properti Residensial Triwulan III-2023 di Balikpapan tumbuh 1,92 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sekitar 1,32 persen.

Dengan terus bertumbuh positifnya perekonomian di Kalimantan Timur, diperkirakan permintaan terhadap properti residensial dan komersial pun akan semakin kuat.

Pada gilirannya, kondisi ini dianggap akan semakin menggerakkan roda pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur.

Baca juga: Ketika Jargon Senin Harga IKN Naik Mengemuka di Kota Kasablanka

Per Kuartal III-2023, Kalimantan Timur mencatatkan pertumbuhan 5,29 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Kinerja tersebut bahkan lebih tinggi di atas pertumbuhan ekonomi Nasional sebesar 4,94 persen yoy.

Tentu saja indikator-indikator tersebut memberi angin segar bagi Balikpapan, dan juga kota lainnya di Kalimantan Timur seperti Samarinda, Bontang, Kutai Kartanegara, Tenggarong, dan Sangatta.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau