Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com - Ibu Kota Nusantara (IKN) terus bergerak mewujudkan visi sebagai smart forest city.
Setelah merampungkan Istana Negara dan sejumlah kantor kementerian, kini giliran pilar legislatif yang dipastikan pembangunannya.
PT Waskita Karya (Persero) Tbk kembali dipercaya oleh negara untuk menggarap proyek vital, yaitu Gedung dan Kawasan DPR RI di IKN, dengan nilai kontrak mencapai Rp 1,84 triliun.
Baca juga: Narasi Senyap Keadilan Tanah di IKN, dan Jaminan Negara 10 Tahun
Penandatanganan kontrak kerja yang berlangsung di Kantor Kemenko 4 IKN ini disaksikan langsung oleh Ketua Otorita IKN (IKN) Basuki Hadimuljono.
Proyek ini ditargetkan selesai dalam kurun waktu dua tahun, dan diharapkan rampung pada akhir 2027.
Lebih dari sekadar menyediakan ruang kerja bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) lembaga legislatif, gedung seluas 85.903 meter persegi ini dirancang sebagai pusat pembuat kebijakan yang merefleksikan nilai-nilai keberlanjutan dan budaya Indonesia.
Kompleks perkantoran dan apartemen DPR RI di Ibu Kota Nusantara (IKN)Gedung DPR RI di IKN akan dibangun secara fundamental berbeda dari kompleks legislatif yang ada di Jakarta.
Perbedaan paling mencolok terletak pada desainnya yang mengadopsi konsep green building, menjadikannya jantung legislasi yang selaras dengan alam.
Direktur Operasi I Waskita Karya, Ari Asmoko, menjelaskan, desain gedung mengangkat tiga elemen kunci.
Baca juga: Bandara Internasional Nusantara IKN Beroperasi, Siap Komersial 2026
Pertama, breathing facade (fasad bernapas), di mana sebagian besar jendela pada fasad dirancang operasional dan fleksibel.
Desain ini memungkinkan pengaturan aliran udara alami sesuai kebutuhan kenyamanan termal.
Melalui pendekatan ini, gedung DPR IKN memprioritaskan peningkatan ventilasi, efisiensi energi, dan menciptakan lingkungan kerja yang sehat, serta adaptif terhadap perubahan cuaca dan orientasi bangunan.
Kompleks apartemen untuk ASN DPR RI di Ibu Kota Nusantara (IKN)Hal ini ditampilkan melalui komposisi garis vertikal, horizontal, dan diagonal pada desain gedung, memberikan kesan unik, agung, sekaligus merepresentasikan identitas bangsa.
Baca juga: Reforma Agraria BBT di Sekitar IKN Jadi Acuan di Seluruh Indonesia
Ketiga, gedung ini akan menghadirkan desain pilotis dan serambi untuk menciptakan kesan agung dan menjulang, namun pada saat yang sama berfungsi sebagai elemen penyambut.