Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ada IKN, Pengembang Kakap Nasional Incar Rp 600 Miliar Penjualan Rumah

Kompas.com, 31 Januari 2024, 16:10 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

BALIKPAPAN, KOMPAS.com - Pengembang kakap Nasional, Sinarmas Land, siap tinggal landas dengan sejumlah lompatan strategis dalam lima tahun ke depan mulai 2024.

Hal ini menyusul perkembangan ibu kota nusantara (IKN) yang semakin menunjukkan progres signifikan dan masif. Per 7 Januari 2024 saja konstruksi fisik infrastruktur Batch I sudah mencapai angka 70 persen, sementara Batch II sekitar 20 persen.

Lompatan strategis dimaksud, menurut Vice President Sinarmas Land East Indonesia (Kalimantan and Sulawesi) Limjan Tambunan, adalah dengan merilis tiga produk baru di perumahan Grand City, Balikpapan, Kalimantan Timur.

Ketiga produk baru ini masing-masing dua klaster hunian dengan rentang harga mulai dari Rp 1,8 miliar hingga Rp 4 miliar, dan satu produk komersial dengan kisaran harga Rp 4 miliar hingga Rp 6 miliar.

Baca juga: 200 Kamar Hotel Nusantara Dipastikan Terbangun Agustus Ini

Selain produk anyar, perusahaan dengan kapitalisasi pasar senilai Rp 21,8 triliun ini memperluas cakupan pasar atau catchment market dengan menyasar kalangan muda yang baru berumah tangga atau generasi Z yang baru menapaki karier selama setahun-dua tahun.

"Kami juga menyasar karyawan Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan yang sebelumnya memang secara individu sudah banyak meminati produk kami," ungkap Linjan dalam perbincangan khusus dengan Kompas.com, Selasa (30/1/2024).

Selanjutnya adalah menjalin kolaborasi bersama perbankan menciptakan kemudahan pembayaran untuk konsumen dengan skema ringan.

Hal ini ditempuh, karena kinerja penjualan tahun 2023 didominasi oleh konsumen yang memilih skema KPR sebanyak 90 persen. Sementara yang memilih skema tunai keras atau tunai bertahap hanya 10 persen.

Incar Rp 600 Miliar

Dari sejumlah produk baru tersebut, Limjan optimistis, perusahaan dapat meraup peningkatan penjualan dari sebelumnya Rp 400 miliar pada 2023, menjadi Rp 600 miliar tahun ini.

Menurutnya, tren penjualan Grand City terus menunjukkan kurva positif bertumbuh sejak pandemi Covid-19 usai dan pembangunan IKN mengalami akselerasi.

Baca juga: 12 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan IKN Tengah Dievaluasi

Pada 2022, dia mengungkapkan, kinerja penjualan hanya Rp 250 miliar yang didominasi pasar lokal Balikpapan. Sementara setahun berikutnya, ketika sebagian fasilitas Grand City sudah terbangun, penjualan melesat menjadi Rp 400 miliar.

Grand City Balikpapan menghadirkan Grand City Food Center. DOK. Sinar Mas Land Grand City Balikpapan menghadirkan Grand City Food Center.
"Cakupan pasar mulai meluas, mereka berasal dari Tenggarong, Bontang, Samarinda, Grogot, Kutai Kartanegara, dan Penajam Paser Utara (PPU)," imbuh Limjan.

Motivasi pembelian adalah ingin memiliki pride, prestige atau gengsi. Karena, seperti kata Limjan, Grand City tidak hanya menjual properti, melainkan juga status sosial.

Tak mengherankan, jika kemudian, banyak konsumen yang sebelumnya telah memiliki aset di perumahan Balikpapan Baru yang juga dikembangkan Sinarmas Land, membeli aset kedua, ketiga atau bahkan keempat di Grand City.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau