Penulis
Pemerintah Indonesia bekerja sama dengan swasta dalam dan luar negeri mengembangkan dan mencita-citakan IKN sebagai kota hutan cerdas (smart forest city) dengan tujuan mencapai visi Indonesia Emas 2045.
Pusat pemerintahan masa depan juga akan menjadi kota pertama di Indonesia yang dinyatakan berhasil mencapai target NZE.
IKN diperkirakan akan mencapai target tersebut pada tahun 2045, atau 15 tahun lebih cepat dari target nasional yang ditetapkan pada tahun 2060.
Agar IKN bisa mencapai prestasi tersebut, pemerintah harus memanfaatkan EBT untuk memenuhi kebutuhan listrik kota.
Strategi infrastruktur energi IKN mengutamakan penggunaan hidrogen sebagai gas ramah lingkungan yang berperan penting dalam aktivitas sehari-hari warganya.
Baca juga: Karpet Merah Buat Investor di IKN, Bisa Dapat HGB hingga 160 Tahun
Langkah pertama untuk mencapai target tersebut adalah dengan mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 50 megawatt.
Langkah ini mampu melakukan metode yang biasa disebut elektrolisis yang melibatkan penguraian senyawa air (H20) menjadi oksigen (O2) dengan memanfaatkan arus listrik untuk menghasilkan apa yang disebut ramah lingkungan.
Cara ini memungkinkan IKN menghasilkan pasokan hidrogen yang cukup untuk memenuhi kebutuhan domestik penduduknya. Rencananya, gas hidrogen akan didistribusikan melalui multi-utility tunnel (MUT).
MUT merupakan infrastruktur yang dibangun di bawah jalan utama dan memiliki tiga kompartemen yang masing-masing berukuran tinggi 2,2 meter sehingga memungkinkan maksimal dua teknisi untuk melakukan inspeksi dan perbaikan.
Baca juga: Investor IKN Bisa Dapat HGU hingga 190 Tahun, Ini Syaratnya
MUT diharapkan dapat membantu IKN memenuhi kebutuhan jaringan pipa yang layak untuk transisi penggunaan hidrogen sebagai energi utama.
Infrastruktur tersebut akan memfasilitasi distribusi gas hidrogen kepada masyarakat, dunia usaha, dan industri, sehingga menghilangkan kebutuhan untuk menata ulang jaringan pipa yang ada dan mengeluarkan dana yang besar.
Multi Utility Tunnel (MUT) di Ibu Kota Nusantara (IKN)Kini tinggal bagaimana IKN menjadi katalis dalam melaksanakan amanat ketiga strategi nasional, yakni mengekspor hidrogen ke pasar internasional. Strategi Tiga Kota muncul sebagai solusinya.
Baca juga: 17 Agustus 2024, Bandara VVIP IKN Bisa Didarati 3 Pesawat
Melalui strategi tersebut, pemerintah membayangkan sebuah segitiga yang terdiri dari tiga kota berketahanan ekonomi di Kalimantan Timur, yaitu IKN, Balikapapan, dan Samarinda.
Strategi tersebut menempatkan IKN sebagai pusat perekonomian dan inovasi energi ramah lingkungan, Samarinda sebagai distributor utama EBT rendah karbon ke Brunei Darussalam dan negara bagian Sabah dan Sarawak di Malaysia melalui jalur darat, dan Balikpapan sebagai pusat ekspor energi ke negara-negara Asia Tenggara lainnya melalui laut.
Dengan sinergi ketiga kota tersebut, Provinsi Kalimantan Timur diproyeksikan akan menjadi superhub ekonomi baru dan provinsi pertama yang mengekspor hidrogen ramah lingkungan di Indonesia.
Oleh karena itu, tidak berlebihan jika IKN dianggap sebagai salah satu kunci penerapan Strategi Nasional Hidrogen yang bertujuan untuk mencapai target NZE dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Penulis: Aji C, Tegar Nurfitra
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang