Penulis
Menurut Anton, mengoperasikan TC sejatinya mudah. Namun, sebelumnya harus menjalani pelatihan, baik teori maupun praktik.
Baca juga: Sarat Inovasi, Proyek IKN Gunakan Beton Cepat Kering dan Semen Hijau
Pengenalan TC sangat penting. Alat ini diciptakan untuk membantu mengangkat dan memindahkan matrial ke bawah maupun ke atas. Jadi, dalam pembangan gedung-gedung tinggi alat ini sangat berperan penting dalam kesuksesan pembangunan.
Seorang operator TC, kata Anton, tidak hanya mampu mengoperasikan, juga harus paham bagaimana cara merangkainya (instal), sesuai dengan ketinggian struktur bangunan.
Kemudian memasang kabin pengendali atau control cabin, counter jib crane, slewing, trolley, dan sebagainya.
Masing-masing bagian pada TC juga harus dikenali lebih dalam. Mulai dari base station yang merupakan bagian dasar dengan 4 kaki penopang yang ditanam di tanah dan dicor.
Kemudian mast section rangkaian bagian-bagian tiang TC, slewing mechanism berada di atas mast section yang berfungsi untuk memutar bagian atas TC hingga 360 derajat.
"Slewing dikendalikan oleh handle pada kabin pengendali," ucap Anton.
Selanjutnya counter jib yang berfungsi untuk menyeimbangkan jib (noom). Dengan begitu tie bar dan tower crane dapat bergerak dengan seimbang.
Jib adalah bagian dari TC yang bertugas untuk tempat meletakkan motor trolley dan hoist. Ini bekerja untuk mengangkat beban.
Berikutnya tower top, yang terdiri dari kabin control dan kepala cad yang menjadi tempat operator mengendalikan atau mengoperasikan TC.
Baca juga: Terus Dikebut, Jalan Tol IKN Segmen 5A Siap Digunakan Sambut HUT RI
Pada bagian kabin control terdapat kursi, tombol serta dua handle yang memiliki fungsi berbeda seperti memutar motor slewing, menggeser motor trolley untuk maju atau mundur serta menurunkan dan mengangkat hoist.
Setelah digunakan, TC harus dibongkar kembali, dicek, diperiksa secara seksama, dan jika ada salah satu saja komponen yang rusak atau catat, harus segera diganti.
Hal ini juga yang kerap dia bagi bersama sesama rekannya di dalam kamar di Hunian Pekerja Konstruksi (HPK) I yang berisi 10 orang.
Selain memahami TC secara fisik dan mekanik, dibutuhkan juga minat yang besar (passion), mengerti tugas dan tanggung jawab, serta telaten.
"Kalau itu semua dimiliki. Mengoperasikan alat ini sama seperti kendaraan. Bisa memperhitungkan kapan harus mengangkut material konstruksi sesuai limit, kapan harus mengayun, kapan harus drop," urai Anton.
Hingga saat ini, Anton mengaku telah menunaikan pekerjaannya dengan zero accident. Karena catatan baik ini sama halnya dengan portofolio diri yang harus dia jaga sampai kapan pun.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang