Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 9 Januari 2025, 16:11 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai smart forest city atau kota hutan cerdas, mulai terealisasi.

Hal ini menyusul kinerja Otorita IKN dalam bidang transformasi hijau dan digital sepanjang kurun 2024.

Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN Mohammed Ali Berawi menuturkan, pembangunan infrastruktur digital yang modern dan terintegrasi mulai direalisasikan dengan terpasangnya berbagai perangkat Internet of Things (IoT) dan fasilitas pendukung kota cerdas.

Baca juga: Sederet Raksasa Teknologi Dunia Tuntas Unjuk Kebolehan di IKN

Menurut Ale, ada sejumlah indikator konsep smart forest city IKN mulai terwujud. Di antaranya adalah terbangunnya jaringan sensor perkotaan yang saling terintegrasi, 40 sensor kebakaran hutan yang dapat menghitung tekanan udara, dan temperatur dan kelembaban.

Selain itu terdapat pula 1 sensor banjir untuk mengukur Kedalaman Air Sungai, 1 sensor kualitas udara untuk mengukur konsentrasi polutan, dan lebih dari 90 kamera CCTV yang turut mendukung berjalannya sistem keamanan melalui analitik video di IKN.

Manhole Multi Utility Tunnel (MUT) Ibu Kota Nusantara (IKN)KOMPAS.com/HILDA B ALEXANDER Manhole Multi Utility Tunnel (MUT) Ibu Kota Nusantara (IKN)
"OIKN juga telah memasang Security dan Network Operation Center (SOC/NOC) untuk memastikan stabilitas dan keamanan infrastruktur digital serta pembentukan unit Computer Security Incident Response Team atau CSIRT dalam memitigasi ancaman siber secara proaktif," ungkap Ale kepada Kompas.com, Kamis (9/1/2025).

Pengoperasian Integrated Command and Control Center (ICCC) IKN tahap 1 di Hunian Pekerja Konstruksi (HPK) telah berperan dalam pengawasan pembangunan dan operasional kota, serta pengelolaan keamanan dan bencana melalui kolaborasi dengan TNI, Polri, dan instansi lainnya.

Baca juga: Proyek Baru IKN Tanggung Jawab Otorita, Kementerian PU Siap Dukung

Pembangunan infrastruktur digital juga telah berjalan pesat melalui Multi Utility Tunnel (MUT) yang mengintegrasikan jaringan telekomunikasi dengan utilitas lainnya telah mencapai penggelaran lebih dari 40 km kabel Fiber Optic, terbangunnya 19 menara BTS dan 20 Mobile BTS, dan juga dukungan penggunaan konektivitas berbasis satelit melalui Bakti dan Starlink.

Terdapat pula sistem monitoring PLTS IKN di WP-5 IKN yang mencatatat telah memproduksi energi hijau sebanyak 11.55 GWh selama masa operasinya.

Energi yang dihasilkan ini setara dengan pengurangan emisi karbon sebesar 5,49 ribu ton CO2eq atau setara dengan penanaman 7,5 juta pohon.

"Monitoring ini terus dilakukan sejak beroperasinya sistem 10 MW PLTS IKN (per Februari 2024) untuk memastikan kinerja optimal dari kapasitas string sebesar 13.500 MWp," ungkap Ale.

Prototipe pengembangan taksi terbang yang diproduksi Hyundai Motors CompanyKOMPAS.com/HILDA B ALEXANDER Prototipe pengembangan taksi terbang yang diproduksi Hyundai Motors Company
IKN Dikunjungi 162.000 Orang

Tak hanya itu, upaya menciptakan layanan digital publik juga sudah dilaksanakan, dengan tingginya antusiasme masyarakat tercatat dengan lebih dari 162.000 orang telah berkunjung ke IKN melalui pendaftaran pada aplikasi IKNOW.

Aplikasi ini diperkuat peluncuran Portal Satu Data Nusantara, yaitu satu sistem terintegrasi untuk memastikan konsistensi, akurasi, dan efisiensi data lintas sektor di IKN, yang mendukung Kebijakan Satu Data Nasional.

Pembangunan sistem e-Government juga telah dimulai dengan peluncuran Aplikasi Perizinan untuk mempermudah proses perizinan investasi, pembangunan, dan layanan lainnya untuk masyarakat dan investor.

Baca juga: Perkembangan Terbaru Aglomerasi Transportasi Balikpapan dan IKN

"Ini disertai juga dengan aplikasi pemindahan ASN untuk memberikan layanan digital untuk mendukung proses pemindahan ASN ke IKN dengan transparansi dan efisiensi tinggi," tambah Ale.

Dalam rangka mendukung pengembangan IKN sebagai kota cerdas berkelanjutan untuk masa depan, beberapa pendekatan dalam pemetaan dan pengawasan keamanan pun dilakukan.

Produk buatan pabrikan LG International Korea Selatan di Techno House, IKNKOMPAS.com/HILDA B ALEXANDER Produk buatan pabrikan LG International Korea Selatan di Techno House, IKN
Saat ini, tengah direncanakan dan dikembangkan pemetaan menggunakan drone.

Perangkat ini diterbangkan di kawasan yang sudah dan belum terbangun di delineasi IKN untuk mempermudah fungsi pengendalian pembangunan, monitoring wilayah, dan perencanaan tata ruang berbasis data geospasial.

Selain itu, dalam bidang pengawasan dan keamanan, sejumlah kamera yang terpasang di IKN disematkan dengan AI analytics.

Software ini digunakan untuk pengenalan objek, deteksi insiden, dan peningkatan keamanan publik di wilayah IKN.

Dalam bidang tata kelola IT (governance), Kedeputian Transformasi Hijau dan Digital telah mempersiapkan beberapa dokumen yang dipergunakan untuk kegiatan perencanaan dan penyelenggaraan kota cerdas IKN.

Baca juga: Tak Sepeser Pun APBN Digunakan untuk Uji Coba Trem, dan Taksi Terbang di IKN

Hal ini tertuang utuh dan umumnya pada buku Cetak Biru Kota Cerdas Nusantara, serta dokumen lanjutannya dalam bidang layanan kota cerdas lainnya berupa panduan enterprise architecture dan pedoman bangunan Gedung Cerdas (BGC) IKN.

Terakhir, dalam bidang data, buku NSPK Penyelenggaraan Satu Data Nusantara dan ISO Kebijakan Privasi Data memastikan keamanan dan kedaulatan tata kelola, proses bisnis, dan juga pelaksanaan prinsip satu data Otorita IKN.

Dalam bidang pengembangan masyarakat, kegiatan pelatihan dan juga edukasi juga dilakukan dalam bidang pelatihan IT dan pengenalan teknologi serta prinsip kota cerdas IKN.

Kegiatan coding mum, difabel, dan solar mum, misalnya, telah dilaksanakan sebanyak empat batch dalam dua tahun ini dan menghasilkan 120 peserta terpelajar dalam bidang coding dan pemanfaatan lampu surya.

Sementara itu, Rumah Teknologi Nusantara, yang menjadi destinasi wisata bagi para pengunjung dalam melihat visi penerapan teknologi perkotaan IKN, telah dikunjungi hingga lebih dari 14.000 orang meliputi wisatawan nasional dan internasional.

"Upaya pengembangan manusia juga menjadi hal yang penting dalam transformasi digital di IKN," tuntas Ale.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau