Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com - Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) tak bisa dilepaskan dari arus investasi swasta yang telah mencapai Rp 65,3 triliun hingga September 2025.
Angka yang berasal dari 49 pelaku usaha melalui 52 perjanjian kerja sama, menjadi bukti bahwa pembangunan IKN bukan hanya tugas negara, tapi kolaborasi yang menjanjikan keuntungan ekonomi sekaligus keberlanjutan lingkungan.
Pemerintah baru saja mengukuhkan komitmen ini melalui Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2025 tentang Pemutakhiran Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2025, yang ditetapkan pada 30 Juli 2025 di Jakarta.
Baca juga: Sejarah Baru Reforma Agraria, Warga Terdampak IKN Terima Sertifikat Hak Pakai
Regulasi ini bukan sekadar dokumen birokrasi, tapi sinyal hijau tegas untuk percepatan IKN sebagai Ibu Kota Politik pada 2028.
"Perpres ini memberikan kepastian bagi masyarakat, pelaku usaha, maupun investor agar tidak meragukan kelanjutan pembangunan IKN yang terus berjalan," tegas Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, Jumat (26/9/2025).
Dengan target pemindahan 1.700 hingga 4.100 ASN secara bertahap hingga 2029, dan proyeksi 9.500 ASN, IKN siap menjadi pusat pemerintahan modern yang kolaboratif dan berdaya saing global.
Tahap pertama pembangunan IKN (2022–2024) telah melahirkan infrastruktur ikonik yang membuat dunia melirik.
Istana Garuda yang menjulang, kantor pemerintahan, hunian ASN dan menteri, rumah sakit canggih, hotel mewah, hingga bandara VVIP, semua ini lahir dari sinergi APBN dan investasi swasta.
Baca juga: Seluk Beluk IKN Ibu Kota Politik, Langkah Akselerasi Prabowo
Selain itu, diterapkan juga Standar Bangunan Gedung Hijau (BGH) dan Bangunan Gedung Cerdas (BGC), ditambah Command Center berbasis CCTV, drone, dan IoT untuk monitoring real-time.
Proyek multiyears seperti Istana Wakil Presiden, Masjid Negara, hunian ASN, dan Tol Balikpapan–IKN dipastikan rampung akhir 2025, menjembatani ke tahap kedua yang lebih ambisius.
Tahap kedua (2025–2028) akan jadi pesta besar yakni pemindahan ASN massal, gedung legislatif dan yudikatif, infrastruktur konektivitas supercepat, ruang terbuka hijau seluas taman Eden, penataan kawasan Sepaku, serta investasi pendidikan.
Baca juga: Purbaya Pastikan Duit Negara untuk IKN Tetap Mengalir
Hingga kini, 44 tower hunian siap huni sudah menanti para ASN, dengan 3 tower hampir selesai dan 4 lagi dalam pembangunan.
Investasi swasta menjadi jantung denyut IKN. Hingga September 2025, realisasi non-APBN ini mencapai Rp 65,3 triliun, melibatkan raksasa-raksasa seperti Agung Sedayu Group, Sinarmas, Adaro, hingga konsorsium internasional.
Baca juga: Perpres 79 Tahun 2025 Redam Polemik soal Nasib IKN
Angka ini melonjak dari Rp 62,08 triliun pada April 2025, menunjukkan akselerasi pesat yang didorong Perpres 79/2025.
"Investasi ini bukan hanya uang, tapi komitmen membangun kota livable dan lovable," kata Basuki, menekankan bagaimana dana swasta mendanai superblock senilai Rp 20 triliun hingga hotel bintang lima Rp 3 triliun.