Penulis
Meskipun Inflasi PPU lebih tinggi dari nasional (2,83% yoy vs 2,65% yoy), deflasi dari komoditas pangan seperti Bawang Merah, Cabai Rawit, dan hasil panen lokal (Terong dan Kangkung) yang melimpah berhasil menahan laju inflasi agar tetap berada dalam rentang sasaran nasional.
Meskipun tekanan harga pangan terlihat, optimisme konsumen di Balikpapan tetap kuat. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Balikpapan tercatat di level optimis 118,3 (meski turun sedikit dari 129,8), menandakan keyakinan tinggi masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini dan masa depan.
Namun, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan Robi Ariadi mewanti-wanti adanya risiko tekanan inflasi ke depan dari dua faktor alam.
Seperti hujan berlanjut yang merupakan risiko pada pasokan komoditas hortikultura dari daerah sentra produksi.
Baca juga: Financial Center IKN Dipercepat, BI: Fungsi Pembiayaan Paling Penting
Kemudian gelombang laut tinggi yang mengancam ketersediaan pasokan produk perikanan, mengingat kuatnya permintaan.
"Untuk menjaga inflasi tetap terkendali, BI Balikpapan bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Balikpapan dan PPU akan terus bersinergi melalui program Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP)," tutur Robi, Jamat (3/10/2025).
Strategi yang dicanangkan meliputi perluasan Kerja Sama Antar Daerah (KAD), pelaksanaan gelar pangan murah, dan dorongan untuk pemanfaatan lahan pekarangan untuk komoditas hortikultura, memastikan ketersediaan pasokan pangan yang stabil di jantung pembangunan IKN.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.