Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bocoran Interior Istana Negara IKN, Ada 11 Ruang dengan "Artwork" Nusantara

Kompas.com, 2 Mei 2024, 07:07 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

Selain itu, penataan lanskap juga mencakup 35 jenis pohon dengan jumlah 2.509 satuan tanaman atau Nos, 24 jenis semak (82.948 nos), jenis rumput Zoysia Matrella, granit bakar dan andesit bakar, planter box granit, cat tekstur, serta water feature.

Beralih ke kolom fasad, meliputi 34 pilar dengan sentuhan akhir marmer white tassos. Kemudian pelapis jendela terbuat dari kaca sun energy, kaca clear, dan kaca anti peluru .

Interior Istana Negara

Bangunan Istana Negara mencakup 11 ruang. Empat ruang di antaranya harus sudah dapat difungsikan untuk upacara peringatan HUT ke-79 Kemerdekaan RI.

Ruang AudiensiKOMPAS.com/HILDA B ALEXANDER Ruang Audiensi
Empat ruang itu adalah Ruang Jamuan, Ruang Kegiatan Resmi, Ruang Kredensial, dan Ruang Bendera Pusaka.

"Pada saat 17 Agustus nanti, sekitar 95 persen pekerjaan Istana Negara tuntas. Sisanya 5 persen, finishing di area yang bukan area utama. Jadi, nanti commissioning test-nya bertahap," terang Eko.

Ruang JamuanKOMPAS.com/HILDA B ALEXANDER Ruang Jamuan
Adapun 11 ruang dalam Bangunan Istana Negara mencakup

  • Plaza Tamu Agung yang dirancang dengan konsep interior yang bercerita tentang gotong royong
  • Area Teras atau Lobby Depan didesain dengan konsep yang bercerita tentang gotong royong
  • Ruang Kegiatan Resmi bercerita tentang persatuan
  • Ruang Kredensial bercerita tentang gotong royong
  • Prefunction bercerita tentang pahlawan dan kepahlawanan
  • Ruang Audiensi bercerita tentang cerita rakyat
  • Ruang Jamuan bercerita tentang wayang Indonesia
  • Ruang Rapat bercerita tentang batik
  • Ruang Tunggu VIP bercerita tentang tenun
  • Ruang Jamuan Ibu Negara bercerita tentang batik
  • Ruang Bendera Pusaka bercerita tentang sejarah bendera Indonesia 

Ruang RapatKOMPAS.com/HILDA B ALEXANDER Ruang Rapat
Untuk mengejar target penyelesaian, sekitar 1.200 pekerja dikerahkan dan akan ditambah sesuai dengan kebutuhan. Demikian halnya dengan waktu kerja, akan diberlakukan tiga shit masing-masing 8 jam.

Alfrits mengatakan, para pekerja yang khusus mengerjakan Istana Negara dan Lapangan Upacara ini berasal dari Pulau Jawa, Pulau Sumatera, dan 30 persen lainnya berasal dari Kalimantan.

"Kami optimistis dapat mencapai target itu. Karena pekerjaan yang terkait dengan kendala alam sudah kami lewati dengan baik, seperti struktur bangunan dan elevated jalan," ucap Eko dan Alfrits kompak.

Ruang Tunggu VIPKOMPAS.com/HILDA B ALEXANDER Ruang Tunggu VIP
"Smart Building"

Bangunan Istana Negara juga memenuhi aspek smart building alias bangunan cerdas. Dilengkapi sistem alarm kebencanaan yang bisa mendeteksi kebakaran dengan detektor panas dan asap serta pemadam api otomatis.

Terdapat juga sistem kamera pengawas secara live  24 jam dari semua area. Kemudian sistem kontrol area yang dapat mengendalikan pintu-pintu dan titik akses secara otomatis dari pusat kendali.

Ruang Jamuan Ibu NegaraKOMPAS.com/HILDA B ALEXANDER Ruang Jamuan Ibu Negara
Selanjutnya sistem kelistrikan dengan pencatatan penggunaan listrik serta monitoring status panel.

Selanjutnya sistem pencahayaan otomatis dengan lampu penerang menggunakan sensor cahaya, gerak, dan kendali via Battery Management System (BMS).

Berikutnya sistem pengondisian udara dengan penggunaan pendinginan udara Air Handling Unit (AHU), Variable Air Volume (VAV) terintegrasi dengan BMS.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau