Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com - Menyambut upacara peringatan HUT ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2024, Kawasan Istana Presiden di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), Ibu Kota Nusantara (IKN), terus dipersiapkan dengan matang.
Termasuk Istana Negara dan Lapangan Upacara yang akan dijadikan salah satu venue berlangsungnya pesta seluruh rakyat Indonesia tersebut.
Sejak dikerjakan pada November 2022 hingga saat ini, perkembangan konstruksi Istana Negara dan Lapangan Upacara telah berada pada level 65 hingga 68 persen.
Baca juga: 50 Calon Investor Malaysia Boyongan ke IKN, 4 Berminat
Secara struktur, dua infrastruktur yang menelan nilai kontrak Rp 1,34 triliun, ini sudah hampir tuntas dengan angka sekitar 90 persen.
Namun, unsur-unsur detail menyangkut interior, elemen dekoratif, mekanikal, elektrikal, pumbling (MEP), penataan lanskap, penataan jalan termasuk Multi Utility Tunnel (MUT) dan jembatan, masih menyisakan 32 persen.
Project Manager Istana Negara dan Lapangan Upacara Eko Arief S menuturkan, pekerjaan MEP dan penataan interior adalah hal yang paling krusial.
Istana Negara dan Kantor Presiden di Kawasan Istana Presiden KIPP, Ibu Kota Nusantara (IKN)Eko menuturkan, pekerjaan Istana Negara dan Lapangan Upacara membutuhkan proses yang cukup panjang, dan melibatkan banyak pihak, serta harus berkualitas.
Baca juga: Rumput Lapangan Upacara Kawasan Istana Presiden di IKN Berstandar FIFA
"Selain itu, ada banyak tahapan yang kami lewati. Termasuk mendapatkan persetujuan (approval) dari Sekretariat Presiden (Setpres), dan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Kami mengikuti arahan mereka," ungkap Eko dalam perbincangan khusus dengan Kompas.com.
Menurut Dwityo, mereka bekerja sesuai detail engineering design (DED), ada perencana desain, arsitek, teknik sipil, ada pengendalian pembangunan, dan ada konsultan yang mendampingi untuk mengawasi pekerjaan.
Baca juga: Sistem Pertahanan dan Keamanan di IKN Gunakan Kecerdasan Buatan AI
"Tahapannya berjenjang, mulai dari yang tertinggi Setpres, Paspampres, Satgas Kementerian PUPR, Manajemen Konstruksi Induk (MKI), Manajemen Konstruksi (MK), hingga Kontraktor Pelaksana," jelas Dwityo.
Jadi, tambah Dwityo, walaupun punya basic design, pada saat eksekusi harus sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Setpres dan Paspampres.
Tim Satgas Perencanaan Pembangunan Infrastruktur IKN dan Tim Satgas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur IKN Kementerian PUPR bersama pelaksana konstruksi berpose di Jalan Sumbu Barat, KIPP, IKN."Ini semua menyangkut detail dan memang seluruhnya harus sama tinggi kualitasnya. Jangan ada satu hal pun terlewat, apalagi ada yang tidak sesuai dengan rencana. Itulah mengapa seluruh pekerjaan interior ini ditangani oleh orang-orang yang memang memiliki craftmanship tinggi," imbuh Alfits.
Baca juga: Bocoran Info dari Bahlil: Djarum dan Wings Masuk IKN Tahun Ini
Dalam idiom Ketua Satgas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur IKN Danis HIdayat Sumadilaga, the devil is in the details (masalah justru ada dalam hal-hal rinci).
"Idiom ini mengacu pada tangkapan atau elemen misterius yang tersembunyi dalam sesuatu yang rinci, detail. Ini menunjukkan bahwa sesuatu mungkin tampak sederhana, tetapi kenyataannya perinciannya rumit dan cenderung menimbulkan masala," jelas Danis.
Plaza Tamu AgungBangunan Istana Negara sendiri dirancang dengan tampilan monumental dan simetris yang dominan, diimplementasikan pada wajah depan Istana dengan pilar-pilar tinggi sejumlah 34 pilar.
Baca juga: Progres 88 Persen, Rumah Jabatan Menteri di IKN Harus Kelar Juli Ini
Konsep keseimbangan bukan hanya pada tampilan bangunan namun juga secara keseluruhan kawasan.
Selain itu, bangunan juga didesain tanggap iklim dan meminimalisasi perubahan terhadap bentuk dan kondisi topografi tapak.
Area TerasLantai bangunan Istana Negara dilapisi marmer, parket, dan homogenous tile (HT). Dan khusus lantai lobby, dilapisi marmer hijau Juparana.
Menurut Eko, marmer pelapis lantai yang digunakan merupakan produksi lokal, didatangkan langsung dari Makassar, Sulawesi Selatan.
Ruang Kegiatan Resmi"Tak hanya itu, pada ornamen dinding terdapat artwork dan cat tekstur," cetus Eko.
Berlanjut ke plafon Istana Negara yang terbuat dari gypsum, kayu solid, veneer, ukiran kayu dan tembaga.
Ruang KredensialAdapun atap bangunan mencakup bitumen dan roof garden. Sedangkan unsur sanitary-nya terdiri dari sanitary VVIP, VIP, dan umum
Sedangkan penataan lanskap-nya dirancang dengan luas area tanam 109.932 meter persegi, dengan 40 persen tanaman endemik 40 persen, dan 60 persen tanaman non-endemik.
"Hal ini karena IKN dirancang sebagai smart city forest. Jadi penataan lanskapnya pun harus mengacu pada konsep itu," cetus Eko.
Pre-function RoomBeralih ke kolom fasad, meliputi 34 pilar dengan sentuhan akhir marmer white tassos. Kemudian pelapis jendela terbuat dari kaca sun energy, kaca clear, dan kaca anti peluru .
Bangunan Istana Negara mencakup 11 ruang. Empat ruang di antaranya harus sudah dapat difungsikan untuk upacara peringatan HUT ke-79 Kemerdekaan RI.
Ruang Audiensi"Pada saat 17 Agustus nanti, sekitar 95 persen pekerjaan Istana Negara tuntas. Sisanya 5 persen, finishing di area yang bukan area utama. Jadi, nanti commissioning test-nya bertahap," terang Eko.
Ruang Jamuan
Ruang RapatAlfrits mengatakan, para pekerja yang khusus mengerjakan Istana Negara dan Lapangan Upacara ini berasal dari Pulau Jawa, Pulau Sumatera, dan 30 persen lainnya berasal dari Kalimantan.
"Kami optimistis dapat mencapai target itu. Karena pekerjaan yang terkait dengan kendala alam sudah kami lewati dengan baik, seperti struktur bangunan dan elevated jalan," ucap Eko dan Alfrits kompak.
Ruang Tunggu VIP
Bangunan Istana Negara juga memenuhi aspek smart building alias bangunan cerdas. Dilengkapi sistem alarm kebencanaan yang bisa mendeteksi kebakaran dengan detektor panas dan asap serta pemadam api otomatis.
Terdapat juga sistem kamera pengawas secara live 24 jam dari semua area. Kemudian sistem kontrol area yang dapat mengendalikan pintu-pintu dan titik akses secara otomatis dari pusat kendali.
Ruang Jamuan Ibu NegaraSelanjutnya sistem pencahayaan otomatis dengan lampu penerang menggunakan sensor cahaya, gerak, dan kendali via Battery Management System (BMS).
Berikutnya sistem pengondisian udara dengan penggunaan pendinginan udara Air Handling Unit (AHU), Variable Air Volume (VAV) terintegrasi dengan BMS.
Kemudian sistem air minum yang bekerja mengamati kapasitas tangki air dan status pompa secrta pencatatan penggunaan air minum.
Ruang Bendera PusakaTak hanya itu, Istana Negara juga dilengkapi sistem transportasi dalam gedung yang mampu memonitor posisi elevator berdasarkan lantai.
Terakhir Intelligent Building Management System (IBMS) yang merupakan teknologi untuk mengawasi dan mengendalikan berbagai informasi dan mengoptimalkan kondisi di dalam Bangunan Istana Negara.
Informasi ini kemudian digunakan untuk mengotomatiskan berbagai proses, mulai dari pemanasan dan ventilasi, hingga sistem tata udara, pencahayaan, dan keamanan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang